Pakaian adat Betawi mencerminkan keanekaragaman budaya yang mempengaruhi suku Betawi, termasuk budaya Arab, Tionghoa, Melayu, dan Eropa. Pakaian adat ini dibedakan antara pakaian pria dan wanita, serta untuk acara tertentu seperti pernikahan atau upacara adat.
1. Pakaian Adat Pria
- Sadariah: Kemeja putih panjang yang biasa dipadukan dengan kain sarung yang diselempangkan di pundak atau pinggang.
- Celana Batik: Celana longgar berbahan batik yang biasanya berwarna coklat atau hitam.
- Alpie atau Pecinan: Peci atau kopiah hitam yang biasa digunakan sebagai penutup kepala.
- Selendang: Kain yang biasanya digunakan untuk mempertegas kesan tradisional.
2. Pakaian Adat Wanita
- Kebaya Encim: Kebaya yang dipengaruhi budaya Tionghoa, dengan potongan khas yang elegan, biasanya berwarna cerah.
- Kain Batik: Digunakan sebagai bawahan, biasanya dililitkan di pinggang dan memiliki motif yang khas.
- Kerudung atau Kerudung Sunda: Penutup kepala yang sering digunakan oleh wanita Betawi dalam pakaian adat.
- Selendang: Seperti pada pakaian pria, selendang juga digunakan pada wanita sebagai pelengkap.
3. Pakaian Pengantin Betawi
- Pengantin Pria: Memakai jas dengan warna mencolok, sarung songket, celana panjang, dan kain selempang. Mereka juga mengenakan ikat kepala atau tutup kepala yang disebut “kembang kelapa”.
- Pengantin Wanita: Memakai kebaya panjang, kain songket, dan selendang. Hiasan kepala yang disebut “siger” atau “kebaya besar” digunakan sebagai mahkota.

Setiap elemen pakaian adat Betawi ini menunjukkan identitas budaya yang kaya dan keberagaman yang khas dari masyarakat Betawi.

Budaya Betawi merupakan warisan budaya masyarakat asli Jakarta yang mencerminkan beragam pengaruh budaya dari berbagai etnis seperti Melayu, Tionghoa, Arab, dan India, yang semuanya bercampur menjadi satu identitas yang unik. Berikut adalah beberapa aspek utama dari budaya Betawi:
- Bahasa: Bahasa Betawi adalah dialek Melayu yang dipengaruhi oleh berbagai bahasa lain, seperti bahasa Arab, Portugis, dan Tionghoa. Dialek ini sering kali digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh masyarakat Betawi.
- Pakaian Tradisional: Pakaian adat Betawi yang terkenal adalah baju koko dan sarung untuk pria, dan kebaya atau baju kurung untuk wanita. Pakaian ini sering digunakan dalam upacara adat dan perayaan tertentu.
- Seni dan Musik: Budaya Betawi memiliki berbagai bentuk seni dan musik, seperti Tanjidor (orkes musik yang berakar dari musik Eropa), Gambang Kromong (perpaduan musik tradisional Betawi dengan unsur Tionghoa), dan Ondel-ondel (boneka raksasa yang sering digunakan dalam perayaan atau acara khusus).
- Tari-Tarian: Tari-tarian khas Betawi antara lain Tari Topeng Betawi, Tari Lenggang Nyai, dan Tari Yapong. Tarian-tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara kebudayaan dan perayaan.
- Kuliner: Masakan Betawi mencerminkan kekayaan budaya dengan hidangan seperti soto Betawi, kerak telor, nasi uduk, dan asinan Betawi. Hidangan ini dikenal dengan cita rasa yang kaya dan penggunaan rempah-rempah yang melimpah.
- Tradisi dan Upacara: Budaya Betawi juga kaya dengan berbagai tradisi dan upacara, seperti palang pintu (upacara adat saat pernikahan yang melibatkan pertunjukan silat dan pantun), dan ngarak (prosesi membawa pengantin wanita ke rumah pengantin pria).
- Arsitektur: Rumah tradisional Betawi biasanya berbentuk rumah panggung dengan atap joglo atau limasan, dihiasi dengan ukiran-ukiran khas dan terbuat dari kayu.
Budaya Betawi terus hidup dan berkembang di tengah modernisasi Jakarta, menjadi salah satu identitas penting dari kota tersebut.