Benang wol berasal dari bulu domba yang dipintal menjadi benang. Proses pembuatan benang wol sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, terutama di daerah-daerah yang memiliki populasi domba besar, seperti di Timur Tengah, Eropa, dan Asia Tengah.
Secara historis, domba telah dipelihara untuk diambil bulunya yang kemudian diproses menjadi benang untuk pakaian, selimut, dan kebutuhan lainnya. Proses ini melibatkan pemotongan bulu domba (dicukur), pencucian, pengeringan, dan akhirnya pemintalan menjadi benang. Wol domba terkenal karena kemampuannya untuk menjaga kehangatan, ketahanan, dan fleksibilitasnya, yang menjadikannya bahan yang sangat berharga dalam pembuatan tekstil.
Selama berabad-abad, wol tetap menjadi salah satu bahan tekstil yang paling penting dan digunakan secara luas di berbagai budaya di seluruh dunia. Teknologi modern telah mengembangkan berbagai cara untuk memproses dan menggunakan wol, tetapi prinsip dasarnya tetap sama seperti ribuan tahun yang lalu.

Benang wol bisa dibuat menjadi berbagai produk tekstil seperti:
- Pakaian: Sweater, syal, topi, kaus kaki, sarung tangan, dan mantel.
- Aksesori: Tas, dompet, ikat rambut, dan perhiasan seperti gelang dan kalung.
- Dekorasi Rumah: Karpet, selimut, sarung bantal, dan taplak meja.
- Mainan: Boneka rajut, amigurumi, dan mainan bayi.
- Peralatan Rumah Tangga: Tatakan gelas, alas piring, dan handuk dapur.

Wol dikenal karena kehangatannya, sehingga sering digunakan untuk membuat produk yang dapat memberikan kehangatan.