Dari istana Sriwijaya hingga runway dunia, Songket Palembang adalah kisah sutra Cina dan emas Timur Tengah yang masih bersinar dan kini jadi primadona kolektor dunia

Songket bukan hanya sekedar kain, melainkan lambang kemuliaan yang sejak era kerajaan menjadi penanda status sosial – di mana setiap helai benang emasnya bercerita tentang prestise, kekayaan, dan identitas budaya pemakainya.

Ditenun perlahan dengan helai demi helai menggunakan tiga jenis benang emas asli / emas sintetis di atas panta kayu ke dalam kain sutra / Katun, setiap helai songket adalah mahakarya tangan yang memadukan kesabaran, keahlian Tinggi dan melalui proses ketelitian luar biasa, melahirkan kain mewah yang memesona



Songket Palembang asli set lengkap (kain + selendang) dengan ukuran 1,75m x 85cm dan 1,75m x 60cm, tersedia dalam range harga Rp2-5 juta (variasi motif, bahan, dan kompleksitas tenun), atau mencapai Rp35 juta untuk versi benang emas asli – ditenun manual dengan teknik Tenun Gedog menggunakan kombinasi sutera premium & benang emas kristal untuk kenyamanan dan kemewahan sejati.

”Dari motif songket, kita juga bisa mengetahui adanya akulturasi budaya dari berbagai bangsa di Palembang,” tegas Zainal Arifin, perajin songket Palembang, seperti dilaporkan Kompas.id.”
Tertarik menggali lebih dalam kekayaan tekstil Nusantara?
Jelajahi ratusan artikel eksklusif di Blog PusatKain.com, kategori Kainpedia Nusantara — Ensiklopedia Kain & Pakaian Nusantara No. 1 di Indonesia! Dapatkan update terbaru seputar warisan budaya tekstil yang mendunia, langsung ke genggaman Anda.”