Di jantung Sulawesi Tengah, semangat seorang perempuan tangguh bernama Fitriyanti menggerakkan sebuah misi mulia. Sejak meresmikan Ecoprint Kota Palu pada 6 Juni 2023, ia tidak hanya membangun sebuah usaha kreatif, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi komunitasnya. Sebagai pemilik dan instruktur utama, Ibu Fitriyanti bukan sekadar pelaku bisnis mode. Ia adalah penjaga warisan, guru bagi banyak orang, dan inovator yang dengan sabar menyulap daun-daun alam menjadi karya seni bernilai tinggi. Melalui tangannya, ecoprint tidak sekadar tentang motif indah, tetapi tentang menggerakkan roda perekonomian dan memberdayakan masyarakat pesisir dengan keterampilan yang berkelanjutan.

Sebuah Perjalanan yang Penuh Prestasi
Dalam waktu singkat, Ecoprint Kota Palu telah menorehkan catatan perjalanan yang menginspirasi


2023-2024 Memulai misi pemberdayaan dengan melatih teknik pewarnaan benang tenun kepada UMKM di Pantoloan dan Kabupaten Donggala.
Karyanya go nasional dengan mengikuti pameran di Bali, didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah., Kembali berkontribusi melalui pelatihan produksi ecoprint untuk UMKM di Pantoloan Boya, difasilitasi oleh BPN Kota Palu.
Bukti inovasinya diakui dengan meraih Juara 2 Inovasi Award tingkat Kota Palu.
Memperluas jangkauan dengan melatih 50 pelaku UMKM Kota Palu, sebuah program yang difasilitasi oleh Bank Indonesia.

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak :Program pelatihan ecoprint yang dipandu langsung oleh Ibu Fitriyanti selaku pemilik Ecoprint Kota Palu dan instruktur berpengalaman, berhasil mendapat pujian dari berbagai kalangan. Atas dedikasinya, beliau dipercaya untuk membagikan ilmunya di tiga desa, yang diapresiasi oleh Kepala Desa atas partisipasi warganya, tokoh masyarakat yang merasa bangga, hingga para peserta yang berterima kasih atas keterampilan barunya.

Keunikan Ecoprint Kota Palu: Lebih Dari Sekadar Motif, Ini Adalah Cerita
Inilah yang membedakan Ecoprint Kota Palu dari lainnya. Mereka tidak hanya mencetak daun di atas kain, tetapi juga mencetak makna dan identitas budaya Kota Palu ke dalam setiap helai karyanya.

Sebagai Identitas Produk Unggulan: Motif kelor khas Palu ini tidak hanya diaplikasikan pada kain ecoprint, tetapi juga menjadi identitas untuk tenun ecoprint dan batik cap khas Palu. Setiap goresan dan cetakannya adalah pengingat akan sejarah dan perkembangan kota mereka.
Daya Tahan yang Terbukti: Produk Ecoprint Kota Palu dikenal awet. “Tetangga saya memakai jilbab produk ecoprint saya sudah 2 tahun dan masih awet,” begitu testimoni yang memperkuat kualitasnya. Ini berkat perawatan khusus yang diterapkan dalam proses produksinya.
Ciri Khas Filosofis: Daun Kelor yang Sarat Makna. Inilah jiwa dari Ecoprint Kota Palu. Mereka menggunakan daun kelor dengan jumlah lembaran yang spesifik dan sudah dilindungi HAKI.
Motif 5 Lembar Daun Kelor: Melambangkan 1 Kota Palu dengan 4 kecamatan sebelum pemekaran.
Motif 9 Lembar Daun Kelor: Melambangkan 1 Kota Palu dengan 8 kecamatan setelah pemekaran.

Bukan Hanya Estetika, Tapi Sebuah Keharusan Teknis: Uniknya, filosofi ini berjalan beriringan dengan teknik. Daun kelor dengan susunan genap (5 atau 9 lembar) ini bukan hanya soal makna, tetapi justru menjadi kunci agar motif dapat “menempel” dengan sempurna pada kain. Bagi ecoprinters lain, menaruh daun kelor bisa dilakukan sembarang, tapi bagi Ecoprint Kota Palu, ketentuan jumlah yang genap ini adalah sebuah keharusan untuk memastikan kualitas cetakan sekaligus menjaga konsistensi cerita di balik setiap motif.

Ecoprint Kota Palu telah membuktikan bahwa bisnis bisa berjalan selaras dengan pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya. Mereka tidak hanya menjual kain yang indah, tetapi juga menjual sebuah cerita—sejarah pemekaran Kota Palu—yang abadi diabadikan melalui filosofi daun kelor. Inilah yang membuat mereka bukan sekadar pengrajin, tetapi juga sejarawan kain yang inovatif.

Tersebar di Titik Strategis Kota Palu
Untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, produk Ecoprint Kota Palu dapat ditemui di beberapa lokasi strategis:
Bandara: Tersedia di 2 tempat., Dekranasda Kota Palu: Terdapat di Toko Zam., Raja Bawang: Sebagai oleh-oleh khas Palu., Mall: Berada di stand Bank Indonesia.
Jelajahi Lebih Dalam:
Kunjungi Profil Bisnis Kami |
FaceBook