Linen adalah salah satu tekstil tertua di dunia, digunakan sejak 8.000 SM di Mesopotamia. Pada 3.000 SM, bangsa Mesir Kuno memanfaatkannya untuk pakaian, pembungkus mumi, bahkan layar kapal. Mereka menganggap linen sebagai simbol kemurnian dan kemewahan.

Di Abad Pertengahan, linen menyebar ke Eropa melalui perdagangan dan menjadi bahan favorit untuk pakaian dalam, seprai, hingga tirai. Negara seperti Irlandia dan Belgia menjadi pusat produksi linen berkat iklim yang ideal untuk tumbuhnya flax (Linum usitatissimum), tanaman sumber serat linen.



Fakta menarik: Kata “lingerie” berasal dari bahasa Prancis “linge”, yang berarti linen. Awalnya, istilah ini merujuk pada pakaian dalam yang terbuat dari linen!

Tahukah kamu? Pada zaman Mesir Kuno, kain linen bukan sekadar bahan pakaian, melainkan juga alat tukar yang bernilai tinggi! Karena keindahan, kualitas, dan daya tahannya, linen kerap digunakan layaknya mata uang untuk transaksi penting.
Dapatkan Info Textile Terkini dari Blog Pusatkain.com #1 Ensiklopedia Kain Indonesia!
✓ Bookmark blog kami karena selalu ada fakta seru tiap minggu!
Temukan linen & kain premium lainnya hanya di Pusatkain.com—Rumahnya Para Pecinta Kain!
Kategori Artikel Lainnya (Klik untuk baca lebih lanjut!)
Bahan dan Proses Pembuatan Linen
→ Bagaimana serat flax diolah menjadi kain linen mewah?
Keunggulan Kain Linen
→ Kenapa linen disebut “kain ajaib” para Firaun?
Aplikasi Linen pada Fashion
→ Dari gaun musim panas hingga linen shirt premium!
Aplikasi Linen pada Home Care
→ Sprei, tirai, hingga taplak meja—kenapa linen jadi pilihan terbaik?
Alasan Linen Mempunyai Nilai Tinggi
→ Dari alat tukar Mesir Kuno hingga investasi tekstil modern!
Linen vs. “Linen-Look” dari Bahan Lain
→ Karena linen asli mahal, industri tekstil menciptakan alternatif yang mirip!