Salur adalah singkatan dari Saluran Distribusi, yaitu sistem atau jalur yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir. Dalam konteks bisnis, saluran distribusi membantu memperlancar proses pemasaran produk dari produsen ke konsumen melalui berbagai perantara, seperti grosir, pengecer, atau agen distribusi lainnya.
Keuntungan Menggunakan Salur (Saluran Distribusi):
- Jangkauan Pasar yang Lebih Luas: Produsen bisa menjangkau konsumen di berbagai lokasi tanpa harus memiliki toko fisik di setiap tempat.
- Efisiensi Biaya: Produsen bisa menghemat biaya distribusi dan logistik karena menggunakan jaringan perantara yang sudah ada.
- Fokus pada Produksi: Dengan adanya saluran distribusi, produsen dapat fokus pada produksi sementara perantara menangani penjualan dan pengiriman produk.
- Meningkatkan Ketersediaan Produk: Konsumen bisa mendapatkan produk lebih mudah di berbagai tempat, meningkatkan aksesibilitas.
- Mempercepat Proses Penjualan: Saluran distribusi mempercepat penyebaran produk sehingga produk bisa lebih cepat sampai ke tangan konsumen.
- Mengurangi Risiko Penyimpanan: Produk bisa didistribusikan lebih cepat, mengurangi risiko kerugian akibat penyimpanan barang dalam jangka waktu lama.

Jenis-Jenis Saluran Distribusi di Indonesia:
- Saluran Distribusi Langsung: Produsen menjual produk langsung kepada konsumen tanpa melalui perantara, seperti melalui toko fisik milik produsen sendiri, situs web, atau media sosial.
- Saluran Distribusi Tidak Langsung: Produsen menggunakan perantara untuk menjual produknya. Ini bisa mencakup:
- Tingkat Satu: Produsen menjual ke pengecer, yang kemudian menjual kepada konsumen.
- Tingkat Dua: Produsen menjual ke grosir, yang kemudian menjual ke pengecer, dan akhirnya sampai ke konsumen.
- Tingkat Tiga: Produsen menjual ke agen, yang kemudian menjual ke grosir, lalu ke pengecer, dan akhirnya ke konsumen.
Setiap saluran distribusi memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada produk yang dijual dan target pasar yang dituju.